Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pekanbaru gelar latihan gabungan bersama TNI Angkatan Laut, Polisi Air, Syahbandar dan Pelindo 1 Cab Dumai dengan operasi penyelamatan korban Kapal MV Sarex terbakar di Perairan Selat Rupat, Selasa.
Dalam latihan ini, proses evakuasi kapal terbakar dengan korban diperkirakan 10 orang melibatkan 80 personel, dan mengerahkan Kapal Negara 218 Basarnas, Kapal AL Tedung, RIB 01 Dumai, kapal cepat Polair Polres Dumai, Sea Raider KSOP dan KT Hangtuah milik PT Pelindo I Cab Dumai.
Informasi terbakar MV Sarex awalnya diterima Basarnas Pekanbaru sekitar pukul 09.00 WIB dengan titik koordinat 01°40'323N 101°33'087E.
SAR Mission Coordinator (SMC) dijabat Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru Amiruddin langsung membentuk tim SAR gabungan untuk mengevakuasi 10 orang kru kapal MV Sarex, dan Kapal RIB 01 diturunkan guna menyelamatkan kru yang terjun ke laut.
Sedangkan KN 218 Basarnas Pekanbaru armada gabungan berusaha memadamkan api yang membakar MV Sarex dan melakukan pertolongam tujuh korban diduga masih terperangkap di dalam kapal.
Kapal RIB 01 Dumai Basarnas Pekanbaru berhasil mengevakuasi 3 orang korban, dimana salah seorang korban yang bernama Turadi (30) mengalami patah tulang punggung dan langsung dibawa ke posko Tim SAR Gabungan di dermaga A Pelabuhan Pelindo 1 Cab Dumai.
KAL Tedung berhasil mengevakuasi 2 korban, kapal Polair Polres Dumai 2 orang, KT Hangtuah 2 orang
Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) juga terlibat di jalur komunikasi dalam pelaksanaan evakuasi,
sedangkan untuk pemadam api, KT Hangtuah dan KN 218 Basarnas memadamkan api dengan water canon yang tersedia.
Keseluruhan korban berhasil dievakuasi diberi tindakan medis lanjutan oleh PMI, Satpol PP, Tagana dan Pramuka yang lainnya yang sudah berada di posko di dermaga A PT Pelindo 1 Cab Dumai




